Review Nokia 6 - Kembali ke Jalur Panas, Suguhkan RAM 4GB dan Dolby Atmos


Nokia 6
Sempat tumbang dihajar Android, Nokia mengupayakan kembali bangkit dengan menggandeng Microsoft. Akuisisi yang selesai dengan adopsi sistem operasi Windows Phone ternyata tak kunjung berhasil mengusung pulang nama Nokia. Dua tahun sesudah memegang brand  Nokia, Microsoft juga akhirnya membalikkan nama legendaris itu ke produsen ponsel asal Finlandia tersebut.

Dibawah bendera baru HMD Global yang pun bermarkas di negara yang sama, Nokia siap pulang ke pasar smartphone dunia dengan mengandalkan platform Android sebagai nilai jual utama.  Sejumlah produk juga dilepas, salah satunya ialah Nokia 6.

Masalahnya, pemakai ponsel Tanah Air dan mantan Nokia lover telah tak sabar hendak menjajal Nokia rasa baru. Tak kunjung muncul secara sah di Indonesia, PULSA mencoba membicarakan salah satu produk Nokia anyar ini, guna paling tidak memberi cerminan apa yang bakal Anda rasakan di Nokia rasa baru bila saatnya nanti tiba.

Karena ini ialah produk yang dsejatinya dipasarkan di Negara Cina daratan, maka apa yang kami kupas belum pasti akan sama dengan produk yang nanti diluncurkan di Indonesia. Kalaupun ada, pasti akan kami kupas ulang produk tersebut.

1. Unboxing

Box pembungkus Nokia 6 nampak lebih lebar bila dikomparasikan dengan iPhone dan HP sejenis. Di dalamnya ada ponsel (tentu saja) beserta perlengkapan pendukungnya, laksana earphone, kabel + charger, sim card ejector, dan kitab manual pun kartu garansi. Karena saya belinya di Tiongkok, jadi kitab manualnya full berbahasa mandarin. Puyeng juga... Secara umum, perangkat yang disertakan di paket ini sama laksana handphone lain. Bedanya bila perlengkapan iPhone berwarna serba putih, pada Nokia 6 ini seluruh berwarna hitam.
Nokia 6. Dokumentasi pribadi

2. Penampilan

Kesan kesatu saat melihat dan memegang gadget baru ini ialah terasa sekali PREMIUM-nya. Bahan metal, layar 5.5 inch dengan efek 2.5D di tepinya meningkatkan kesan berkelas pada perlengkapan serba hitam ini. Logo Nokia tampak anggun di unsur depan (pojok kanan atas) dan di unsur belakang tepatnya di bawah kamera. 

Sayangnya saat menengok ke unsur belakang handphone, tampak jelas bekas-bekas sidik jari yang pastinya mengurangi keelokan jika dipakai tanpa cover tambahan. Jadi, saran kesatu untuk pemakai atau calon pembeli Nokia 6 ialah siapkan casing tambahan, terutama untuk unsur belakang Nokia Anda.

Melihat di sekeliling Nokia 6, lumayan simple seperti banyak sekali handphone-handphone Android lain. Hanya mempunyai 3 tombol di tepi, yakni tombol power, volume naik dan turun. Ketiganya ditaruh di sisi yang sama, tepatnya di sisi kanan. Nokia memilih untuk menempatkan fitur fingerprint di unsur depan (tombol utama), tidak seperti sejumlah kompetitornya laksana xiaomi yang meletakkannya di unsur belakang dekat kamera. 

Jika di unsur atas ada lubang earphone, maka di unsur bawah laksana pada umumnya, ada lubang untuk memenuhi ulang batrei. Sayangnya Nokia belum menenggelamkan USB tipe C yang anti selip, maksudnya dibolak-balik masangnya sama saja, agar ramah untuk orang tua dan anak kecil khususnya.
Tombol power dan volume terdapat di sisi yang sama

USB Micro-B

Bagian belakangnya rawan cap sidik jari

3. Spesifikasi

Berhubung seri 6 adalahgadget ruang belajar tertinggi Nokia pada peluncuran kesatunya, maka pasti saja spesifikasi yang ditenggelamkan melebihi kawan-kawan satu angkatannya. Dibekali dengan persenjataan modern seperti processor 8 Core dari Qualcomm menciptakan kinerja Nokia 6 lumayan tangguh untuk sekian banyak  keperluan, lagipula ditunjang dengan RAM 4GB (khusus guna Nokia 6 dengan memory 64GB). Sayangnya jenis processor yang dicantumkan Nokia ini bukanlah yang sangat kencang. 

Masih kalah dengan sang competitor Redmi Note 4X keluaran dari Xiaomi yang harganya jauh lebih murah dibanding Nokia 6. Sebagai informasi, Redmi Note 4X memakai Snapdragon 625 octa core 2 GHz, sementara Nokia 6 memakai Snapdragon 430 octa core 1,4 GHz. Cukup signifikan bedanya. Walaupun demikian, guna pemakai biasa atau sebatas untuk kebutuhan sehari-hari, maka opsi processor ini sudah lumayan sempurna. Kecuali andai Anda masuk kelompok “power user”, rasanya butuh dipertimbangkan lagi masak-masak apakah melakukan pembelian Nokia 6 atau merk lain.

RAM 4GB tidak dapat dikatakan paling besar untuk ketika ini. Handphone-handphone ruang belajar menengah ke atas lazimnya sudah menenggelamkan RAM diatas 3GB. Yang lebih penting ialah storage atau ruang penyimpanan. Jika iPhone dan sejumlah merk hp beda tidak meluangkan slot MicroSD untuk ekspansi storage, Nokia menyediakannya. Sayangnya, slot ini adalahpilihan antara dipakai untuk dual sim card atau single sim card + Micro SD. Ya, letak slot MicroSDnya bertumpukan dengan slot sim card ke dua. Jadi mesti milih salah satu.

Kapasitas Baterai dari Nokia 6 sebenarnya tidak terlampau besar, yaitu melulu 3000mAh. Beruntung, dengan dibekali snapdragon 430 maka konsumsi dayanya menjadi paling efisien. Untuk suasana standby saja dapat sampai 1 bulan, telfon dapat 18 jam non stop (info itu disadur dari gsmarena.com dan phonemore.com, sebab saya belinya belum terdapat 1 bulan jadi belum dapat diuji jajaki secara penuh). Di balik kejadian tentu ada hikmahnya. 

Prosesor yang diangkat Nokia 6 memang tidak sekencang sang kompetitor, namun gadget ini mempunyai performa yang sangat irit energy sampai diklaim dapat standby dalam suasana 3G sekitar 768 jam. Ada andil dari snapdragon 430 di sini. Jangan lupa, batreinya pun melulu 3000mAh. Lebih kecil daripada semua kompetitor yang dipasarkan dengan harga lebih murah, laksana Redmi 4X (4100mAh) dan Redmi Note 4X (4100mAh).

Yang tidak kalah penting pun dibanding fitur-fitur di atas ialah keberadaan Loud Speaker yang mumpuni. Untuk Anda yang senang memperhatikan musik tanpa headset/earphone, maka Nokia 6 dapat menjadi opsi yang tepat. Di dalam gadget ini tersemat teknologi Dolby Atmos dengan dua speaker dan smart amplifier. Sulit untuk menyatakan kualitasnya dalam artikel ini. Lebih baik jajaki dibayangkan sendiri saja, andai Anda mampu. Jika tidak mampu, usahakan langsung cari toko Nokia, dan rasakan langsung suaranya yang paling OK. :D

Oiya, tentang user interfacenya, tidak ada opsi lain selain memakai bulat-bulat warna biru. Kalaupun memang hendak menggantinya, masih dapat mengunduh software theme dan mengcustomizenya sesuai kemauan kita.


4. Kamera

Sebelum Nokia 6 diluncurkan, sebetulnya secara individu saya bercita-cita teknologi PureView yang sempat terdapat pada seri Lumia dicantumkan di handset baru ini. Tapi ternyata tidak. Dengan sarat rasa penasaran bakal kualitas kamera yang terdapat pada Nokia kelompok Flagship ini, langsung saja saya jajaki dan bandingkan dengan hasil dari kamera sejumlah handphone yang terdapat di sini. Mohon maaf andai masih memakai iPhone 5S bukannya iPhone 7 sebagai pembanding, sebab adanya itu.
Warna yang didapatkan oleh kamera Nokia 6 lebih hidup dibanding yang lain. Dokumentasi pribadi

Lagi-lagi Nokia lebih tajam. Dokumentasi pribadi

Kelebihan dari kamera Nokia 6 dibanding dengan kamera pada perlengkapan sekelasnya diantaranya ialah resolusi yang tinggi, baik guna kamera belakang maupun depan. Warnanya pun lebih muncul. Namun andai untuk selfie, Xiaomi lebih unggul sebab efek beauty-nya bekerja dengan paling baik. Kamera depan xiaomi pun otomatis me-reverse posisi kita, kanan jadi kiri, kiri jadi kanan.

5. Benchmark

Tiba saatnya pada pengujian performa Nokia 6. Ada 3 software benchmark yang saya pakai untuk menguji kehandalan handset ini sekaligus bagaimana saat hasilnya dikomparasikan dengan handphone-handphone lain. Berikut ini ialah hasilnya:

Hasil pengujian prosesor single-core dan multi-core pada Nokia 6 menggunakan software Geekbench 3

Hasil pengujian menggunakan software Antutu

Jika disaksikan hasilnya dengan mencocokkan skor akhir yang didapatkan Nokia 6 dengan handphone lain, tentunya paling miris. Apalagi pada perankingan oleh Antutu, skor Nokia 6 terbelakang jauh dari merk-merk baru produksi China, laksana Xiaomi, Vivo, OPPO, Meizu.

Sedangkan pengujian performa processor memakai Geekbench 3, skor 3228 untuk kelompok Multicore bukanlah skor tertinggi. Masih tidak sedikit gadget beda dengan skor yang lebih tinggi, seperti: Samsung Galaxy S7 (3831), Samsung Galaxy S7 Edge (3815), Samsung Galaxy Note 7 (3798), bahkan Xiaomi Mi5 yang mempunyai harga seimbang dengan Nokia 6 juga mempunyai skor yang paling tinggi (3781).

Tentunya hasil benchmark tersebut dapat menjadi pelajaran untuk Nokia guna mengembangkan produk yang lebih mumpuni kedepannya. Teknologi ketika ini telah sedemikian canggih. Masyarakat bisa dengan gampang mengakses pelbagai situs untuk mencocokkan handphone satu dengan yang beda guna mendapatkan perlengkapan yang sangat bagus dengan harga yang cocok kantong masing-masing. 

Artinya, tingginya nilai dan ranking sebuah produk pada list benchmark mungkin bisa menjadi promosi yang efektif untuk produsen perlengkapan mobile manapun untuk unik pasar tertentu, terutama yang lumayan melek teknologi dan peduli performa.

Kesimpulan

+
Penampilan sangat anggun dengan bahan body yang berkelas
Hasil dari kamera belakang lumayan jernih, warna tajam, resolusi tinggi 16 MP dan mempunyai aperture f/2.0, yang sesuai untuk memainkan efek mengharukan (bokeh)
Sangat menunjang untuk keperluan selfie dengan kamera depan 8MP dan f/2.0
Speaker DOLBY (dual amplifier)
Support Radio FM
Daya tahan batrei lumayan lama, standby (3G) sampai 1 bulan

-
Cover belakang laksana “merekam” sidik jari
Clock processor lebih rendah daripada semua pesaing, laksana Redmi Note 4X
Kamera lemah saat dalam situasi minim cahaya
Batre terhitung kecil di kelasnya
Masih memakai USB Micro-B
Hasil benchmark rendah

Harga Kisaran 
Baru : 3.6 jutaan
Bekas : 3.1 jutaan

Review ASUS Zenfone 4 Max Pro: Baterai Besar Lagi, Plus Dual Kamera

Tak seperti tahun-tahun seblumnya, ASUS tahun ini lebih cepat untuk mengenalkan produk teranyar mereka di Indonesia. Tak lama berselang dari peluncuran seri Zenfone 4 di Taiwan, sekarang ASUS telah mengenalkan salah satu dari seri produk Zenfone 4 di tanah air yakni ASUS Zenfone 4 Max Pro.
Juga bertolak belakang dari tahun-tahun sebelumnya, ASUS malah lebih dahulu memberitahukan Zenfone 4 Max Pro di tanah air dikomparasikan seri Zenfone 4 dan Zenfone 4 Selfie yang pun telah diberitahukan ASUS ketika event di taiwan bulan Agustus lalu.. ASUS Zenfone 4 Max pro membawa sejumlah perubahan dari generasi sebelumnya, termasuk penambahan baterai dan yang sangat signifikan ialah dari sisi fotografi, ASUS menghadirkan dual kamera guna Zenfone 4 Max Pro ini.
Sepertinya ASUS lumayan yakin Zenfone 4 Max Pro bakal sangat digemari oleh pemakai di tanah air, menilik penjualan seri Zenfone Max memang tidak jarang kali tinggi demandnya untuk konsumen Indonesia, lalu laksana apa kedahsyatan dari ASUS Zenfone 4 Max pro ini, ayo kita simak reviewnya inilah ini. Desain

Zenfone-4-Pro
Namun pada Zenfone 4 Pro, perlengkapan ini tampak lebih tebal. Tentu saja sebab smartphone ini mempunyai kapasitas baterai yang besar. Selain tersebut ada pula sensor fingerprint di taruh di unsur depan. bertolak belakang dengan generasi sebelumnya yang mempunyai sensor fingerprint di unsur belakang.
Desain dari Zenfone 4 Max Pro ZC554KL tampak cukup bertolak belakang jika dikomparasikan generasi sebelumnya. Apalagi kali ini Zenfone 4 Max muncul dengan desain dual kamera di unsur belakang. Ini membuatnya lebih serupa Zenfone Zoom S, yang pun mempunyai dual kamera di unsur belakang.
Zenfone-4-Pro
Secara ergonomi, ASUS Zenfone 4 Max Pro ini cukup nyaman digenggam. Varian yang kami uji ialah berwarna Black Deepsea, dengan sentuhan bertekstur matte. Finishing matte yang digunaka juga, menyerahkan grip lebih dan jadi tak licin pada tangan pemakai. Tapi disamping tersebut juga ASUS menyerahkan proteksi ekstra berupa jelly case, sampai-sampai resiko jatuh dari genggaman dapat lebih diminimalisir.
Dengan wujud berwarna hitam dan finishing matte, smartphone dari belakang smartphone ini pasti saja pun jadi serupa seperti iPhone 7 Plus dengan varian jet black. Modul kamera dual sedang di sisi kiri unsur atas, dengan lampu flash di pinggirnya. Logo ASUS samar-samar terlihat, pun berada di sisi unsur belakang.

Zenfone-4-Pro
Kali ini Zenfone 4 Max Pro mempunyai dual SIM card dan slot MicroSD yang terpasang dedicated. Kedua slot SIM Card mempunyai tipe nano, sampai-sampai akan paling menguntungkan untuk pemakai yang hendak menggunakan perluasan memori tambahan. Tray SIM card ditaruh di sisi sebelah kiri perangkat.
Perangkat ini mempunyai layar berukuran 5,5 inci dengan depan layar mempunyai kontur 2,5D. Bezel di unsur sisi kanan dan kiri lumayan tipis, dan pada bezel unsur bawah, ada navigasi, dengan tombol home yang bermanfaat sekaligus sebagai fingerprint. Sensor fingerprint ini tidak bisa berupa tombol, melulu modul sensor saja yang terpasang tanpa bisa ditekan.

Zenfone-4-Pro
Zenfone-4-Pro
Zenfone-4-Pro-3Di sisi sebelah kanan, ada tombol volume dan tombol yang berdampingan. Lubang jack 3,5mm di unsur atas, serta slot Micro USB di unsur bawah. Ya, Zenfone 4 Max Pro masih memakai konektivitas MicroUSB, meskipun ketika ini sudah tidak sedikit smartphone yang memakai USB Type C.
Namun yang cukup bertolak belakang ada pada fitur kamera yang digunakan. Smartphone ini mengangkat kamera utama dengan dual sensor beresolusi 16MP, dengan setup normal-wide. Jika menyaksikan fitur yang ditawarkan pastinya ini dapat disebut sebagai peningkatan, namun tentunya anda akan membicarakan lebih rinci bagaimana kualitas dari fitur baru pada kamera Zenfone 4 Max Pro ini.
Spesifikasi Spesifikasi dari Zenfone 4 Max Pro, guna jeroannya tidak jauh bertolak belakang dari generasi sebelumnya. Perangkat ini masih mengangkat SoC Snapdragon 430 (Cortex A53 Octa-Core 1,4GHz+GPU Adreno 505) yang didampingi dengan RAM berkapasitas 3GB serta internal storage 32 GB. Layarnya memakai panel IPS berukuran 5,5 inci dengan resolusi HD.
Untuk sensor, Zenfone 4 Max Pro tetap menyeluruh dengan sekian banyak sensor mulai dari Acceleration, Proximity, Ambience Light, Compass, sampai Gyroscope. Zenfone 4 Max Pro mempunyai konektivitas 4G LTE yang dapat bermanfaat di kedua slot yang terdapat dan memakai tipe nano. Untuk pemakai yang memerlukan media penyimpanan tambahan, dapat memakai slot MicroSD Card yang terpasang secara dedicated. Konektivitas beda yang dipunyai yaitu Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth 4.1, A-GPS, GLONASS, BDS dan pun USB OTG.
Zenfone 4 Max Pro kembali mengangkat kapasitas baterai yang besar. Setelah pada generasi sebelumnya disebut merasakan penurunan, karena melulu menggunakan baterai berkapasitas 4100mAh bila dikomparasikan dengan generasi kesatu yang memakai baterai berkapasitas 5000mAh. Kini ASUS pulang menghadirkan baterai berkapasitas 5000mAh guna Zenfone 4 Max Pro ini.
Zen UI yang dihadirkan pada ASUS Zenfone 4 Max Pro jadi tampak lebih simple sebab kini lebih minim software preinstalled. Hmm, kali ini reviewer lumayan senang sebab lebih sedikit software bawaan yang terpasang pada Zenfone 4 Max Pro lebih sedikit, sampai-sampai lebih gampang mencari software yang sudah diinstall tanpa mesti mengaduk-ngaduk folder terlebih dahulu.
Fitur USB OTG menjadi penting untuk Zenfone 4 Max Pro sebab perangkat ini mengandalkan baterai berkapasitas besar yang juga dapat ‘dibagikan’ ke perlengkapan lain yang memerlukan daya. Oleh karena tersebut Zenfone 4 Max Pro meluangkan aksesoris kabel USB OTG pada pake penjualannya. Di samping itu, paket penjualan pada Zenfone 4 Max Pro sekarang menjadi tidak banyak lebih lengkap, yakni dengan tersedianya jelly case.
Jadi secara keseluruhan, di dalam paket penjualan Zenfone 4 Max Pro terdapat antara beda handset, kitab panduan dan kartu garansi, kabel charger, adaptor charger, pin ejector, dan kabel USB OTG